December 8th, 2013
1:10 am

Hitam, menyambut kepergian
Pahit dan pilu teraduk dalam wadah hidupmu
Nurani menolak mempercayai
Sakit, namun sejatinya, itulah yg terjadi

Saat tangis menyatu dalam duka,
Sesak dada ingin membuncah dan berteriak
Mengapa aku?
Haruskah secepat ini?

Temanku, lukamu beda
Aku tahu
Pukulan itu terasa asing
Aku tahu
Bukan aku yg mengalami
Ya, aku tahu
Aku mengerti
Namun, inilah hidup yg sebenarnya

Ia tak peduli
Memaksa, meronta ingin dipahami
Walau pahit, ya, inilah yg terjadi
Inilah yg harus dihadapi
Tak ada yg harus ditakuti

Aku, kau, dan kita
Hanya dapat menunggu waktu…

Advertisements