J a n g a n

Jangan bilang ibu, nanti beliau cemas
Jangan bilang ibu setiap malam tidurku terganggu
Melawan kantuk demi tugas kuliahku
Meringkuk lelah badan ini di atas lantai nan beku

Jangan bilang ibu, nanti beliau cemas
Jangan bilang ibu semalam tidurpun aku tak sempat
Melawan pedih demi menampung pendapat
Merebah tubuh di balik bilik pembatas rapat

Jangan bilang ibu, nanti beliau cemas
Jangan bilang ibu ritme makanku berantakan
Melawan lapar demi efektivitas kehidupan
Menyeringai sedih melihat kelezatan sajian

Jangan bilang ibu, nanti beliau cemas
Jangan bilang ibu, bilamana badanku lemas

Jangan bilang ibu, bilamana perutku perih
Jangan bilang ibu, bilamana mataku pedih

Jangan bilang ibu, aku tak mau ia cemas
Jangan bilang ibu, aku tak mau menambah beban

Jangan bilang ibu, bukan aku tak ingin buburnya yang hangat
Jangan bilang ibu, karena nanti pun aku sehat
Jangan bilang ibu, bukan aku tak rindu belaiannya
Dan jangan bilang ibu, karena aku sayang dirinya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s