Jendela Kaca

Hibatullah Mario

Jendela kaca tempatku memandang jauh ke harmoni
Melihat jauh ke semesta tiada akhir bernoda bintang
Renungi hidup dengan seribu pertanyaan tak terjawab

Jendela kaca tempatku menerawang langit merah
Menunggu kelabu untuk menggantikan surya nan lelah
Rembulan terbit di kejauhan menghibur hati sendu

Jendela kaca tempatku menangisi sepi tiada akhir
Mendengar hembusan angin yang membawa kesedihan
Riang di masa lalu yang terkenang dengan laknat

View original post

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s