Nama

Tak sengaja terdengar,
Sebuah nama yang teringat samar
Menahun payah ia coba lupakan
Hari ini teringat kembali

Satu nama yang dulu di hati
Yang ia sebut dalam doa tak henti
Yang membuatnya tersenyum saat sedang menanti
Walau akhirnya yang membuat rasa ini mati

Indah masa lalu kini terasa pahit
Manis yang dulu kini telah masam

Tak ingin lagi membebat luka sendiri
Tak ingin lagi tersedu tanpa arti

Biar kan lah jiwanya bangkit dan berlari
Keringkan luka yang masih perih
Menengadah, ia tatap langit
Berharap mencari Tuhan untuk mengadu

Lirih, ia berbisik
Hangat air mata ia seka
Mata terpejam ia berharap
Pelan rangkaian doa terucap;

Allah, kutitip hati ini padamu
Biarkan ia kembali pada fitrahnya
Mencintai sewajarnya,
Dan pada waktunya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s