image

“Kalau semua puisi ini untukku, sungguh, aku akan jatuh cinta setiap hari”

Jatuh cinta bukan perkara sulit karena memang, saya sangat mudah mencintai tulisan. Tulisannya saja. Tidak pada penulisnya.
Karena ketika membaca, saya hanyut bersama tiap barisnya. Tenggelam mencari makna tiap kata. Lalu bersatu, membaur menikmati indahnya.

Ahh, sastra! 🙂

Walau saya sadar pengetahuan dan kemampuan saya masih di bawah rata-rata, toh, tak ada yang salah untuk menjadi penikmat.
Tidak sambil bertepuk tangan, atau berdiri memberi bunga, bahkan memeluk yang tidak seharusnya.
Saya cukup membaca, kemudian membacanya kembali dengan hati lalu memejamkan mata.
Mungkin saya akan tersenyum, karena karyamu indah. Mungkin saya akan menangis, karena karyamu indah.
Mungkin saya akan gelisah, karena jatuh cinta ini telah melampaui batasnya.

Ahh, cinta!

Cukupkan saja.
Sudah terlalu banyak kata saya habiskan untuknya. Penat. Penat sekali!
Bosan. Bosan sekali!
Bukan saya membencinya, karena ia perantara saya dengan karyamu. Ia yang memertemukan.
Namun, cukupkan saja.

Cukupkan saja racauan saya tentang sasrta, karya, dan cinta.

Ahh, akhirnya! 🙂

Advertisements